Hari ini, tepat bulan ke 7 aku dan
dia bersama melewati indahnya jarak yang membentang diantara kami. dimana
sebenarnya jarak tidak pernah menjadi masalah bagi kami berdua. bahkan
sebenarnya jaraklah yang membuat cinta kita semakin nyata. namun, semakin cinta
itu terasa ada maka semakin ia menyepelehkannya dan akhirnya akupun semakin
ragu dan perasaan ragu inilah yang kerap sering kali memaksaku untuk pergi
mejauh namun lagi lagi ia menahanku. aku senang ketika ia menahanku untuk tetap
tinggal, tapi itu bukan berarti aku berpura-pura atas keputusanku untuk pergi.
Ini bukan lagi sekedar jarak yang
memisahkan ragaku dan dia, namun jarak ini telah memisahkan hati kami berdua.
semakin jauhh, hingga rindu pun seperti enggan mendekati. sebenarnya bukan
jaraklah yang bersalah, namun kita. ya, aku dan kamu yang tidak pernah mengerti
satu sama lain, aku dan kamu yang tidak pernah menjadi kita. itu yang membuat
semuanya menjadi seperti ini.
Aku tidak lagi menjadi aku yang
kemarin, yang masih menerima, yang masih mengerti ketidakmengertianmu padaku.
kini aku sudah bisa mem,bebaskanmu, sedikit membebaskan perasaanku, aku tidak
mau lagi terpenjara oleh perasaanku sendiri. seperti apa katamu "jalani
apa adanya" dan aku kini menjalani dengan sangat apa adanya.
Cobalah mengerti untuk bisa saling
mengerti, tidak hanya padaku. Karena hubungan ini aku dan kamu bukan hanya aku
saja. Maka pahamilah semuanya, pahami jika ini sudah tidak seperti dulu lagi
dan semua membutuhkanmu untuk berubah.