Senin, 11 Maret 2013

I wanna be your partner! Not your trophy!

Ini bulan ke 6. Aku memandang ini menakutkan. Semakin lama semakin menakutkan.


Hai kamu yang berada di ratusan km jaraknya dariku. Hai kamu yang selalu di hatiku, selalu mencuri setiap waktuku untuk hanya memikirkanmu, hai kamu yang perhatiannya tak pernah sampai padaku, hai kamu yang tidak pernah mau tau tentang perasaanku. Aku lelah.
Aku lelah dengan semuanya. Aku muak. Bisakah aku menangis dalam dekapmu diantara jarak yang membentang, diantara ketidakpedulian yang terhampar luas?
Aku ingat dulu, kau selalu ada untukku, selalu memperdulikanku, selalu mencariku. Ya, itu dulu saat perasaan kita masih kita pertanyakan, ketika hubungan belum terjalin, semuanya manis hingga tiba 2 bulan setelah semuanya.

Berubah. Ya, aku rasa kau memperlakukanku seperti benda yang tidak memiliki perasaan. Benda yang seenaknya kau perlakukan sesuka hati. Taukah kau ini menyakitkan? Mengetahui bahwa sebenarnya kau yang manis dulu adalah bukan kau yang sebenarnya. Ternyata keindahan yang kau ciptakan hanya untuk mengambil perhatianku, dulu.
Namun, setelah semua perhatianku kau dapatkan, setelah perasaan sayangku telah terbentuk, kau berubah. Kau tak seperti dulu. Aku merindukan kau yang dulu. Aku merindukan itu walaupun berpura-pura.
Hubungan kita seakan hanya dijadikan status saja. Aku kini hanya menjadi benda yang dulu kau inginkan namun setelah itu hanya kau simpan di dalam lemari hatimu. Sama dengan sebuah trophy bukan?

Aku ingin menjadi partner hidupmu, partner dalam menjalani kehidupan, bukan menjadi trophy. Aku ingin kau percaya padaku dan membagikan ceritamu kepadaku, aku seperti benda yang sesekali kau lihat dan kau bersihkan sesekali.
Semakin sulit tiap harinya aku jalani. Keraguan semakin tajam aku rasakan, menyayat-nyayat hubungan kita, membunuhku pelan-pelan.

Apa yang harus aku perbuat sayang untuk mempertahankan hubungan ini? Tidakkah kau juga memiliki andil dalam menjaganya? Namun mengapa hanya aku, mengapa hanya aku yang peduli? Kemana kau selama ini?
Kau akan memperlihatkan penyesalanmu, memperlihatkan  keseriusanmu untuk dapat mengerti aku, ketika aku sudah hampir menyerah. Kau memberiku kekuatan lagi. Namun selalu penyesalanmu, keseriusanmu untuk mengerti hanya sebatas perkataan, hanya hari itu. karena esok kau kembali menjadi kau yang tak perduli.

Teruskan sayang, teruskan saja..

Aku tetap disini, sampai hilang kesabaranku..

Minggu, 10 Maret 2013

I wanna tell you, about you.. my love..

Ini tentang masalah kita yang tidak pernah kita selesaikan. Masalah yang selalu membuat pertengkaran diantara rindu kita. Sadarkau kau dengan itu??

Dari awal aku tau ini akan menjadi hubungan yang berat karena kita berada pada kota yang berbeda. Namun aku percaya, jarak tidak akan menjadi masalah karena kita taunya saling memiliki. Kita taunya, kita saling peduli, saling mengerti. namun bagaimana jika kepedulian, jika pengertian itu sulit untuk digapai, apakah akan menjadi sulit juga dalam meraih mimpi kita??

Ini bukan kali pertama aku menjalani hubungan seperti ini, hubungan yang dihujani perasaan rindu setiap hari. Sungguh, bukan aku mengingat atau menyamakan. Karena memang tidak sama. Selama 6 bulan kita menjaga komitmen, tak sekalipun kau marah kepadaku, tentang semua ketidakpedulianku, tentang semua keegoisanku, tidak sekalipun kau mempermasalahkannya. taukah kamu, bahwa aku melakukan itu dilandasi egoku, berharap kaupun merasakan apa yang aku rasa. Namun, kurasa aku salah. Kamu tidak sedikitpun terpancing dengan semua kelakuan menyebalkanku.

Namun kini, semua pertengkaran ada, semua kekesalan ada hanya padaku, tidak padamu. Aku yang selalu mempermasalahkan hal yang dulu pernah aku lakukan. Aku sadar itu. aku sadar sebegitu menjengkelkannya aku.

Aku tidak menuntutmu untuk menjadi seperti yang aku mau, aku tidak pernah menuntutmu untuk selalu berada bersamaku, tidak menuntut agar memprioritaskan aku, aku kesampingkan egoku. Aku mengerti dengan seluruh kesibukannmu Namun, ketika aku telah mengerti, apa kamu pernah sadar tentang apa yang telah kamu lakukan. Kesibukan yang kamu jalani bukan sebatas kuliah namun “teman”. kamu sibuk bermain dengan teman-temanmu sibuk dan sibuk. Sedangkan aku??? Apa kamu tau aku disini merasa sendiri?? Apa kamu peduli? Apa kamu pernah menyisihkan sedikit waktumu untuk sekedar mempedulikanku? Menanyakan kabarku? Tidak. Apa kamu sadar? Apa kamu tau??. Aku cemburu.

kamu akan berubah memperdulikanku, akan tiba-tiba menjadi seseorang yang sangat manis. Ya, kamu berubah ketika kamu sedang tak  bersama mereka, ketika kamu tidak bermain dengan teman-temanmu. Bukan, kamu tidak bersama temanmu bukan karena kamu aku larang. Karena mereka mungkin memiliki kesibukan lain, atau apapun itu. dan booom! Ajaib. kamu akan kembali menjadi kekasih termanisku.

Aku selalu menepis semua perasaan ini, perasaan dimana aku merasa hanya menjadi tempat ketika kamu kesepian, ketika kamu butuh teman, ketika kamu sendiri. Aku benci memiliki perasaan seperti ini. Namun aku tak bisa menepisnya karena rasa ini datang dari perlakuanmu kepadaku. Ketidakpedulianmu.

Kepadamu kekasihku. Aku selalu menceritakan kekesalanku, menceritakan kebencianku, kemarahanku. Tapi tak sedikitpun kamu mengerti, tak sedikitpun kamu berubah. kamu tetap seperti itu. masalah-masalah seperti inilah yang selalu menjadi kerikil-kerikil kecil dalam hubungan jarak jauh kita. Namun semakin lama, kerikil itu semakin tajam dan melukaiku. Sadarkah kamu???

Kamis, 07 Maret 2013

Surprise!

Perasaanku sedang tidak karuan, aku tidak tau lagi ini bahagia atau derita. namun ingin aku ceritakan sepenggal cerita yang menurutku menyentuh hidupku, menyentuh perasaanku dan membuatku luluh dan kembali memaafkan.

Sudah akhir-akhir ini selalu ada masalah yang hadir. Ya, memang aku yang selalu menuntut. Namun, aku juga tidak mau dipersalahkan sepenuhnya karena memang sikapnyalah yang membuatku seperti ini. Namun terlepas dari itu semua aku bahagia. 

Seharian ini dia tidak menghubungiku. Padahal baru kemarin dia meminta maaf padaku karena sikapnya yang terlampau cuek seolah tak perduli atau mungkin memang tidak perduli. Who knows?. Akhirnya sekitar jam 7 sore aku menghubunginya, hanya untuk mengungkapkan kekesalanku padanya yang selalu mengulangi sikap yang membuatku menjadi kekasih yang menyedihkan. Aku sangat tidak suka kata “menyedihkan”.

Akhirnya dia menelfonku dan berkata bahwa dia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Tapi yang mengherankan adalah aku tidak mendengar suara teman-temannya dan dia mengatakan dia masih ada didalam mobil sedangkan teman-temannya sudah ada di tempat kopi-kopi. Dan dia sengaja menghubungiku karena ia mau meminta izin untuk keluar bersama teman-temannya. Mengesalkan sekali, karena aku pikir aku bisa dengar suaranya lebih lama ternyata tidak. Dia akan segera bergabung bersama teman-temannya. Aku sudah tidak mau berdebat, aku mau sudahi saja tlf nya dan membiarkan dia berkumpul bersama teman-temannya namun dia menolak dengan alasan mau mendengar suaraku, aku tidak percaya aku makin kesal 

“aku lewat rumah kamu nih” tiba-tiba dia berbicara seperti itu. Aku memang sedang berada di teras depan rumahku dan aku makin kesal,aku berfikir buat apa dia ngomong seperti itu. Itu membuatku semakin sedih. Karena jujur, aku kangen.

Namun herannya kenapa bisa bersamaan ada mobil yang sama dengan miliknya lewat depan rumahku. Sangat-sangat kebetulan. Namun ternyata benar itu diaaaa. Ahhh sngat-sangat diluar dugaanku. Sama sekali tidak menyangka. Dikepalaku semuanya negative tentang dia, dan sekarang dia berhasil membuat aku luluh lagi dan lagi.Apa ada yang lebih membahagiakan dari ini? Aku melihatnya ada didepanku sekarang, dan itu benar-benar dia. Itu wajahnya, itu senyumnya, ahhhh terharu, terharu terharu :’)

terimakasih buat kamu yang sudah mengubah hidupku :)