Dari awal aku tau ini
akan menjadi hubungan yang berat karena kita berada pada kota yang berbeda.
Namun aku percaya, jarak tidak akan menjadi masalah karena kita taunya saling
memiliki. Kita taunya, kita saling peduli, saling mengerti. namun bagaimana
jika kepedulian, jika pengertian itu sulit untuk digapai, apakah akan menjadi sulit
juga dalam meraih mimpi kita??
Ini bukan kali pertama
aku menjalani hubungan seperti ini, hubungan yang dihujani perasaan rindu
setiap hari. Sungguh, bukan aku mengingat atau menyamakan. Karena memang tidak
sama. Selama 6 bulan kita menjaga komitmen, tak sekalipun kau marah kepadaku,
tentang semua ketidakpedulianku, tentang semua keegoisanku, tidak sekalipun kau
mempermasalahkannya. taukah kamu, bahwa aku melakukan itu dilandasi egoku,
berharap kaupun merasakan apa yang aku rasa. Namun, kurasa aku salah. Kamu
tidak sedikitpun terpancing dengan semua kelakuan menyebalkanku.
Namun kini, semua
pertengkaran ada, semua kekesalan ada hanya padaku, tidak padamu. Aku yang
selalu mempermasalahkan hal yang dulu pernah aku lakukan. Aku sadar itu. aku
sadar sebegitu menjengkelkannya aku.
Aku tidak menuntutmu
untuk menjadi seperti yang aku mau, aku tidak pernah menuntutmu untuk selalu
berada bersamaku, tidak menuntut agar memprioritaskan aku, aku kesampingkan
egoku. Aku mengerti dengan seluruh kesibukannmu Namun, ketika aku telah
mengerti, apa kamu pernah sadar tentang apa yang telah kamu lakukan. Kesibukan yang
kamu jalani bukan sebatas kuliah namun “teman”. kamu sibuk bermain dengan
teman-temanmu sibuk dan sibuk. Sedangkan aku??? Apa kamu tau aku disini merasa
sendiri?? Apa kamu peduli? Apa kamu pernah menyisihkan sedikit waktumu untuk
sekedar mempedulikanku? Menanyakan kabarku? Tidak. Apa kamu sadar? Apa kamu
tau??. Aku cemburu.
kamu akan berubah
memperdulikanku, akan tiba-tiba menjadi seseorang yang sangat manis. Ya, kamu
berubah ketika kamu sedang tak bersama
mereka, ketika kamu tidak bermain dengan teman-temanmu. Bukan, kamu tidak
bersama temanmu bukan karena kamu aku larang. Karena mereka mungkin memiliki
kesibukan lain, atau apapun itu. dan booom! Ajaib. kamu akan kembali menjadi
kekasih termanisku.
Aku selalu menepis
semua perasaan ini, perasaan dimana aku merasa hanya menjadi tempat ketika kamu
kesepian, ketika kamu butuh teman, ketika kamu sendiri. Aku benci memiliki
perasaan seperti ini. Namun aku tak bisa menepisnya karena rasa ini datang dari
perlakuanmu kepadaku. Ketidakpedulianmu.
Kepadamu kekasihku. Aku
selalu menceritakan kekesalanku, menceritakan kebencianku, kemarahanku. Tapi tak
sedikitpun kamu mengerti, tak sedikitpun kamu berubah. kamu tetap seperti itu.
masalah-masalah seperti inilah yang selalu menjadi kerikil-kerikil kecil dalam
hubungan jarak jauh kita. Namun semakin lama, kerikil itu semakin tajam dan
melukaiku. Sadarkah kamu???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar